Gross Margin PGEO 56% dan Dividend Yield 5%, Cek Saham Ini di Aplikasi Saham Makmur Aman dan Terbaik
3 min read
Saham emiten energi bersih dapat dicermati melalui margin usaha dan imbal hasil dividen. Berdasarkan data per 7 Oktober 2026, saham pgeo mencatat gross margin sebesar 55,5% atau sekitar 56%, serta dividend yield 4,90% atau mendekati 5%.
Dengan market cap Rp42,37 triliun, angka-angka tersebut memberikan gambaran awal mengenai profitabilitas dan pembagian dividen perusahaan. Data tersebut dapat dibaca bersama valuasi, aktivitas perdagangan, dan return untuk memperoleh konteks yang lebih lengkap. Jika tertarik melihat pergerakan saham tersebut, Anda dapat cek melalui aplikasi saham Makmur aman dan Terbaik.

Mengenal PGEO
PGEO merupakan kode saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga panas bumi. Perusahaan ini merupakan bagian dari Pertamina dan mengelola sejumlah aset panas bumi di Indonesia.
Pembangkit yang dikelola PGEO mencakup Kamojang, Lumut Balai, Ulubelu, Lahendong, dan Karaha. Portofolio tersebut memberikan gambaran mengenai kegiatan bisnis yang menjadi dasar pendapatan perusahaan.
Berdasarkan data pasar per 7 Oktober 2026, market cap PGEO tercatat sebesar Rp42,37 triliun dengan 41,95 miliar saham yang dapat diperdagangkan (tradeable shares). Pada hari pengambilan data, volume perdagangan mencapai 8,35 juta saham, sedangkan rata-rata volume tiga bulan berada di 19 juta saham.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan pada hari tersebut berada di bawah rata-rata tiga bulan. Namun, volume satu hari tetap perlu dibaca bersama data perdagangan pada periode yang lebih panjang.
Ringkasan Performa PGEO
Dari sisi valuasi, PGEO memiliki P/E ratio sebesar 16,25, P/S ratio 5,22, dan P/B ratio 1,18. Sementara itu, EPS tercatat sebesar 62,16.
Pada sisi profitabilitas, ROA PGEO berada di 5,37% dan ROE sebesar 7,94%. Gross margin tercatat 55,5%, sedangkan operating profit margin berada di 48,74%. Indikator tersebut memberikan perspektif berbeda mengenai kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan mempertahankan margin dari kegiatan usahanya.
Dari sisi dividen, DPS PGEO tercatat sebesar 49,44 dengan dividend yield 4,90%. Sementara itu, DER berada di 0,48 kali.
Pergerakan harga pada Juli hingga September 2026 menunjukkan return +12,22% pada Juli, +2,48% pada Agustus, dan -5,80% pada September. Jika ketiganya dihitung secara majemuk, kinerja tiga bulan tersebut berada di sekitar +8,3%.
Mengapa Gross Margin 56% dan Dividend Yield 5% Menarik Dicermati pada PGEO?
Gross margin dan dividend yield menggambarkan dua aspek yang berbeda. Gross margin PGEO sebesar 55,5%, yang dibulatkan menjadi 56%, menunjukkan porsi pendapatan yang tersisa setelah biaya langsung diperhitungkan. Namun, margin kotor belum mencerminkan seluruh biaya yang akhirnya memengaruhi laba bersih.
Hal tersebut dapat dilihat bersama operating profit margin yang mencapai 48,74%. Perbedaan antara kedua margin tersebut memberikan gambaran mengenai besarnya biaya operasional setelah biaya langsung diperhitungkan. Sementara itu, ROA 5,37% dan ROE 7,94% memberikan perspektif tambahan mengenai kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan aset dan ekuitas.
Dari sisi dividen, dividend yield PGEO sebesar 4,90% berasal dari DPS 49,44. Angka tersebut menunjukkan tingkat dividen terhadap harga saham berdasarkan data yang digunakan. Namun, dividend yield dapat berubah mengikuti harga saham, sehingga angka 4,90% tidak sebaiknya dianggap sebagai tingkat imbal hasil yang akan selalu sama pada masa mendatang.
Pergerakan harga juga memberikan konteks berbeda. PGEO mencatat return +12,22% pada Juli, +2,48% pada Agustus, lalu -5,80% pada September. Jika dihitung secara berurutan, hasilnya sekitar +8,3%. Dengan demikian, kenaikan harga dalam tiga bulan tersebut terjadi bersamaan dengan gross margin yang tinggi dan dividend yield sekitar 5%, tetapi ketiganya tetap merupakan indikator yang mengukur aspek berbeda.
Data historis juga menunjukkan adanya variasi antarperiode. Pada Januari hingga Mei 2026, return bulanan PGEO berada di wilayah negatif, dengan rentang -0,89% hingga -8,67%, sebelum mencatat +0,56% pada Juni. Sementara itu, rata-rata return tahunan tercatat +2,67% pada 2025, -1,60% pada 2024, dan +5,98% pada 2023.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa performa saham dapat berubah antarperiode. Karena itu, gross margin 55,5% dan dividend yield 4,90% lebih tepat digunakan sebagai bagian dari analisis, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai PGEO.
Mulai Berinvestasi di Makmur
Anda dapat memantau perkembangan PGEO melalui Makmur sebagai salah satu platform investasi untuk melihat informasi dan data saham. Indikator seperti gross margin, dividend yield, EPS, P/E ratio, serta pergerakan harga dapat digunakan sebagai bahan awal untuk memahami kondisi saham dari beberapa sisi.
Dalam kasus PGEO, gross margin 55,5% menunjukkan margin kotor yang relatif besar, sedangkan dividend yield 4,90% memberikan gambaran mengenai dividen terhadap harga saham berdasarkan data yang digunakan. Keduanya tetap perlu dibaca bersama profitabilitas, valuasi, dan perkembangan harga.
Keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko Anda. Jika mempertimbangkan PGEO, perkembangan laba, kemampuan mempertahankan margin, kebijakan dividen, kondisi bisnis panas bumi, serta pergerakan harga dapat dipantau secara berkala. Dengan membaca beberapa indikator secara bersamaan, Anda dapat membentuk pertimbangan berdasarkan data yang lebih lengkap.